Warna Safety Sign: Simbol Penting yang Sering Diabaikan !
Anda bekerja di suatu perusahaan, baik di indoor maupun outdoor, sebenarnya rentan mengalami kecelakaan kerja. Namun, bisa minimalisir jika memahami simbol dan warna safety sign.
Pertanyaanya apakah Anda sudah tahu tentang safety sign? Simbol berwarna ini sebenarnya sering Anda temukan. Contohnya di area rumah sakit, pekerjaan proyek, dan jalan raya.
Simbol tersebut sebenarnya merupakan cara komunikasi visual kepada para pekerja, melalui gambar dan warna. Simbol ini dapat memberitahu informasi berbahaya bagi pekerja.
Selain itu, juga menyampaikan pesan kesehatan dan keselamatan kerja atau K3. informasi ini berguna untuk para pekerja, kontraktor, hingga tamu yang sedang berkunjung ke perusahaan.
Safety sign ternyata memiliki fungsi yang penting terkait keselamatan kerja. Oleh karena itu, mari kita belajar bersama selengkapnya di sini.
Table Of Contents
Warna Safety Sign Adalah
Seperti telah di ulas di atas, bahwa safety sign di gunakan sebagai alat komunikasi berbentuk visual, seperti hal nya jenis logo bisnis pada sebuah brand.
Alat ini di buat berupa simbol dalam berbagai aspek. Mulai dari warna, teks, hingga bentuk geometris tertentu.
Semua simbol tersebut di buat sebagai informasi untuk semua orang yang terlibat dalam suatu proyek pekerjaan.Hal ini terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja atau K3.
Prosedur K3 di anggap lebih mudah di pahami, melalui pesan atau informasi berbentuk simbol dan warna. Perusahaan juga harus memahami regulasi dan cara pemasangannya.
Tujuan utama di buatnya safety sign dalam lingkungan kerja adalah untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja yang tidak di inginkan.
Safety sign juga tidak bisa di buat dan di pasang begitu saja. Ada acuan yang harus di ikuti. Salah satu acuannya seperti ISO.
Arti Warna Safety Sign
Hal yang penting dalam memahami safety sign di area kerja Anda adalah memahami warnanya. Terdapat perbedaan warna yang memiliki arti dan tujuan yang berbeda.
Bukan hanya di Indonesia, sebagai rambu-rambu K3, hal ini juga berlaku sebagai standar internasional. Di lansir dari soccadesign, berikut penjelasannya:
● Warna Kuning
Kita mulai dengan warna kuning yang cerah. Namun, dalam simbol keselamatan kerja, warna ini berarti “waspada” atau cation.
Adapun garis hitam yang menyertai simbol dengan warna ini bersifat kontras, sehingga menarik perhatian orang.
Safety sign simbol dengan dominasi warna kuning, biasanya di temukan di area yang rawan bahaya. Selain itu juga berpotensi mencelakai pekerja.
Mulai dari tersandung, terpeleset, dan terjatuh, yang bisa menyebabkan luka ringan hingga sedang. Bisa juga berarti Anda harus menghindari bahan kimia yang mudah terbakar.
Contoh safety sign warna kuning:

Source: Pojokdingin
● Warna Oranye
Selanjutnya ada warna oranye yang memiliki arti sebagai peringatan atau warning. Jika melihat simbol warna ini, maka Anda harus menjauh dari area tersebut.
Biasanya, safety sign warna oranye ini sering ditempatkan dekat mesin gerinda atau peralatan benda tajam yang berisiko tinggi bisa mencelakai orang.
Resiko kecelakaan yang bisa terjadi seperti tersetrum, tergores, tertabrak, terpotong, atau menyebabkan luka yang mengakibatkan kematian.
Contoh safety sign warna oranye:

Source: mysafetysign
● Warna Hijau
Jika Anda berada di area Rumah sakit, biasanya akan mudah menemukan safety sign dengan warna hijau seperti ini.
Warna hijau berarti safety atau untuk keamanan. Symbol dengan warna ini biasanya diletakan dekat tempat menyimpan peralatan pertolongan pertama.
Sederhananya, di Perusahaan, symbol ini berfungsi menunjukan instruksi keamanan umum dalam praktik kerja.
Contoh safety sign warna hijau:

Source: Pojokdingin
● Warna Hitam dan Putih
Warna monokrom seperti hitam dan putih juga ada pada symbol safety sign. Kombinasi dua warna ini biasanya di gunakan sebagai tanda petunjuk dalam lalu lintas.
Selain itu, symbol dengan warna monokrom ini juga biasa di temukan pada area housekeeping di hotel atau di area anak tangga.
Contoh safety sign warna hitam dan putih:

Source: Pojokdingin
● Warna Biru
Bagaimana dengan simbol keamanan dan keselamatan yang berwarna biru? Warna satu ini menunjukkan “perhatian” atau “notice”.
Simbol warna safety sign yang satu ini tidak menunjukan tanda bahaya. Sebaliknya, symbol-simbol ini menyampaikan informasi keselamatan.
Perusahaan biasa menggunakan simbol ini sebagai perhatian untuk penggunaan APD. Bisa juga sebagai petunjuk untuk menandai alat-alat yang tidak sebaiknya di pakai.
Contoh safety sign warna biru:

Source: Pojokdingin
● Warna Ungu Safety Sign
Simbol dengan warna ungu biasanya di kombinasikan dengan warna lain, yaitu warna kuning. Safety sign ini di gunakan untuk menandai area yang berbahaya seperti terdapat radiasi di dalamnya.

Source: Compliancesign
● Warna Merah
Warna merah memang identik dengan hal yang sangat berbahaya dan sebisa mungkin harus di hindari.
Begitu juga dengan warna pada safety sign. Merah dalam simbol keamanan dan keselamatan berarti “danger” (bahaya), “fire” ( kebakaran), serta “stop” (berhenti).
Area Perusahaan pemadam kebakaran sepertinya banyak menggunakan simbol warna ini. Selain itu, bisa juga sebagai tanda bahaya terhadap cairan kimia yang mudah terbakar.
Contoh safety sign warna merah:

Source: Pojokdingin
Tips Pemasangan Safety Sign
Safety sign memiliki berbagai ukuran, tergantung tujuan dan kegunaanya. Oleh sebab itu, pemasangan alat ini juga tidak bisa sembarangan.
Ada beberapa tahapan pemasangan yang harus di lakukan, agar para pekerja bisa terhindar dari kecelakaan kerja yang tidak di inginkan.
Baik itu memasang safety sign baru atau mengganti yang lama, berikut ini beberapa tips pemasangannya yang di lansir dari safetysign :
● Lakukan Survei di Area Kerja
Tips yang pertama adalah melakukan survey di area kerja, supaya bisa menentukan kebutuhan keselamatan kerja yang di butuhkan.
Saat survey, Anda bisa mengukur sign yang di inginkan, bentuk yang sesuai lokasinya, hingga material yang akan di gunakan.
● Pilih Safety Sign yang Tepat
Memilih safety sign tentunya harus berdasarkan acuan yang sesuai standar internasional. Sebagai contoh, acuan yang di gunakan seperti ISO dan ANSI.
Selain itu ada juga rambu k3 yang harus di sesuaikan. Contohnya seperti rambu kumpul darurat, rambu pemadam kebakaran, hingga rambu tanda bahaya.
● Tentukan Model Safety Sign
Tips berikutnya adalah menentukan model safety sign, serta memasuki tahap pemasangan. Pastikan Lokasi pemasangan simbol ini sudah tepat.
Selain itu, pastikan symbol dan teks nya akan terbaca untuk jarak tertentu. Simbolnya tidak boleh tertutupi sesuatu, harus terlihat jelas.
Perhatikan ukuran tinggi dan lebar safety sign yang terpasang. Tertinggi hingga 198 cm dari dasar lantai, menengah hingga 168 cm, dan terendah sekitar 46 cm dari dasar tanah.
● Material yang Tepat
Penting juga dalam memilih material yang akan di gunakan untuk safety sign di Perusahaan Anda.
Pastikan, tahan lama, warnanya tidak cepat pudar, anti goresan , anti air, dan dapat melekat dengan baik. Anda bisa berkonsultasi dengan perusahaan desain grafis yang ahli dalam hal ini.
Kesimpulan Warna Safety Sign
Perusahaan wajib melindungi kesehatan dan keselamatan kerja para karyawannya. Oleh sebab itu, penting menerapkan safety sign di area tempat kerja.
Dengan mengacu pada standar internasional, tanda keselamatan berupa rambu-rambu ini bisa di tempatkan sesuai kebutuhan.
Berikan arahan atau informasi tentang warna pada safety sign. Dengan begitu, para pekerja akan memahaminya dan tingkat kecelakaan kerja bisa berkurang.
Website : www.zadatekreatif.com
Layanan :
