5 Contoh Nota Penjualan : Fungsi, Komponen dan Manfaatnya
Mengetahui beragam contoh nota penjualan sangat penting bagi bisnis. Nota penjualan merupakan dokumen tertulis yang dapat Anda gunakan untuk transaksi pembelian atau penjualan. Tentunya, struk atau nota banyak Anda jumpai pada hampir seluruh toko offline maupun online.
Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk mengetahui apa itu nota penjualan, fungsi, komponen, cara buat, manfaat dan contoh nota penjualan yang tepat.
Table Of Contents
- 1 Apa Itu Nota Penjualan?
- 2 Fungsi Nota Penjualan
- 3 Komponen yang Harus Ada dalam Nota Penjualan
- 4 Cara Membuat Nota Penjualan yang Tepat
- 5 Contoh Nota Penjualan Bisnis Kuliner
- 6 Contoh Nota Penjualan Bisnis Sembako
- 7 Contoh Nota Penjualan Usaha Laundry
- 8 Contoh Nota Penjualan Bisnis Bengkel Mobil dan Motor
Apa Itu Nota Penjualan?
Nota penjualan merupakan bukti transaksi yang telah dilakukan secara tunai. Biasanya, nota atau struk ini dibuat dalam 2 rangkap, rangkap pertama untuk pembeli dan rangkap kedua di simpan oleh penjual.
Tujuan nota penjualan terdiri dari 2 rangkap adalah sebagai arsip dokumen bagi keperluan pembukuan laporan keuangan. Sebab, nota ini bisa membantu pembuat laporan keuangan untuk mengecek produk yang sudah terjual.
Oleh karena itu, nota penjualan penting di miliki oleh seluruh penjual atau pemilik bisnis.
Baca Juga: Perbedaan Hardcover dan Softcover, No.3 Mengejutkan!
Fungsi Nota Penjualan
Berikut beberapa fungsi nota penjualan bagi pemilik usaha, antara lain:
- Bukti Transaksi: Menjadi bukti transaksi resmi antara penjual dan pembeli.
- Untuk Meningkatkan Kepercayaan Pembeli: Adanya nota penjualan dapat meningkatkan kepercayaan pembeli, sehingga menjadi konsumen tetap di toko atau usaha Anda.
- Catatan dari Daftar Penjualan: Bisa digunakan sebagai catatan dari daftar penjualan berdasarkan kategori barang atau jasa. Lewat catatan ini, Anda bisa tahu barang apa yang sudah berhasil terjual. Bahkan, Anda juga dapat mengetahui stok barang yang sudah menipis dan perlu pengisian kembali.
- Memberikan Informasi Harga serta Barang Terjual: Struk penjualan memberikan informasi harga dan barang secara jelas yang berguna bagi penjual maupun pembeli.
- Dokumen Pendukung untuk Cross-check: Dapat digunakan untuk melakukan cross-check dengan cara membandingkan jumlah barang yang terjual dengan keadaan barang di gudang.
- Sumber Data Pembukuan: Berfungsi sebagai sumber data dalam pembukuan toko untuk periode tertentu.
Baca Juga: Tujuan Pembuatan Logo untuk Tingkatkan Brand Anda
Komponen yang Harus Ada dalam Nota Penjualan
Dalam membuat nota penjualan, pastikan komponen-komponen ini mesti Anda cantumkan, antara lain:
- Hari dan Tanggal Transaksi: Pengisian hari dan tanggal berdasarkan kapan nota itu dikeluarkan.
- Nama Pemilik Bisnis: Nama bisnis yang Anda kelola
- Jenis Produk yang Terjual dan Jumlahnya: Tulis jenis produk yang dibeli oleh pembeli, misalnya baju, celana, makanan, minuman atau lainnya. Tulis juga berapa jumlah produk yang terjual tersebut.
- Total Harga: Tulis total harga barang atau jasa yang mesti dibayarkan oleh pembeli.
- Tanda Tangan Pihak Bersangkutan: Cantumkan tanda tangan pemilik bisnis atau logo bisnis yang menandakan bahwa struk atau nota penjualan ini resmi alias sah.
Baca Juga: 6 Elemen Pembentuk Desain Logo yang Perlu Anda Tahu
Cara Membuat Nota Penjualan yang Tepat
Ada 3 cara membuat nota penjualan yang dapat Anda ikuti, yaitu melalui Microsoft Word, Microsoft Excel dan aplikasi online. Pilihlah cara yang menurut Anda paling mudah agar proses pembuatannya dapat berjalan lancar.
Supaya mengetahui proses pembuatan nota penjualan melalui tiga cara tersebut, Anda bisa simak penjelasannya di bawah ini.
1. Melalui Microsoft Word
Jika ingin mencoba membuat nota penjualan lewat Ms Word, maka bisa ikuti cara-caranya berikut:
- Buka Microsoft Word di laptop atau komputer Anda.
- Pilih “Blank Document” untuk memulai dari awal, kalau sudah masuk ke dalam dokumen kosong, silakan simpan dulu dokumennya dengan penamaan seperti, “Nota Penjualan – (Nama Toko Anda)” supaya mudah di temukan.
- Selanjutnya, mulai buat header nota penjualan yang berisi identitas toko dan informasi nota. Pada bagian header ini, tulis nama toko Anda, lalu pada bagian bawahnya tulis informasi, seperti Alamat Toko, Nomor Telp/WhatsApp, Email (jika ada) dan Website (opsional).
- Kemudian, tambahkan judul tengah dengan gaya huruf tebal dan ukuran font lebih besar.
- Pada bagian bawah judul tengah, masukkan detail transaksi, yaitu Nomor Nota, Tanggal Transaksi dan Nama Pelanggan.
- Langkah berikutnya, buat tabel barang penjualan dengan cara klik “Insert”, pilih “Tabel”, lalu buat “5 kolom, 10 baris” (bisa di sesuaikan dengan kebutuhan).
- Pada baris pertama (header tabel), ketik nama kolom seperti berikut:
| No | Nama Barang | Jumlah | Harga Satuan | Total Harga |
- Selanjutnya, masukkan data transaksi sesuai kolom pada header, lalu pada bagian bawah tabel, tambahkan lagi baris untuk Subtotal, Diskon (jika ada), PPN (kalau ada) dan Total Bayar.
- Tambahkan keterangan pembayaran atau catatan, seperti Metode Pembayaran, Nama Rekening dan Bank (berisi nama Bank dan nomor rekeningnya).
- Pastikan pada bagian bawah kanan dokumen, Anda menyertakan tempat untuk tanda tangan atau stempel.
- Terakhir, simpan dan cetak dalam format docx atau PDF, kemudian print sesuai kebutuhan serta sesuaikan marginnya agar tidak terpotong.
📌Tips:
- Gunakan font yang mudah terbaca, seperti Times New Roman, Calibri atau Arial
- Pastikan ukuran font-nya 10-12 pt
- Judul atau bagian penting seperti bayar harus Anda bold
- Pilih garis tabel yang tipis agar tidak terlalu mencolok (caranya: klik kanan tabel, pilih Table Properties dan klik opsi Borders & Shading).
2. Via Microsoft Excel
Selanjutnya, membuat struk penjualan juga bisa melalui Microsoft Excel, yaitu dengan cara:
- Buka Microsoft Excel dan gunakan lembar kerja kosong (Blank Workbook).
- Buat header dengan mengetik informasi penting, mulai dari Nama Toko/Perusahaan, Alamat dan Kontak, judul: NOTA PENJUALAN serta Tanggal dan Nomor Nota.
- Selanjutnya, Anda dapat membuat tabel transaksi dengan kolom berjudul No, Nama Barang, Jumlah, Harga Satuan dan Total Harga.
- Supaya lebih resmi, Anda bisa menambahkan catatan pada bagian akhir, misalnya “Terima kasih atas pembelian Anda”
- Pastikan untuk mempercantik formatnya menggunakan bold, border, warna sel dan merge cell agar terlihat profesional.
- Cetak dalam format PDF sesuai kebutuhan Anda.
Baca Juga: Jenis-Jenis Desain Logo Mana yang Cocok untuk Bisnis Anda?
3. Buat Nota Penjualan Secara Online
Kalau ingin yang lebih simpel, Anda bisa membuat nota penjualan secara online melalui situs atau aplikasi gratis. Caranya sangat mudah sekali, cukup cari aplikasi atau situs pembuat nota penjualan online. Nantinya, Anda tinggal mengisi informasi sesuai format dan bisa langsung dicetak, lalu diberikan kepada pembeli langsung.
Contoh Nota Penjualan Bisnis Kuliner
Jika bisnis Anda bergerak dalam bidang kuliner, maka ada beberapa contoh nota penjualan yang bisa Anda ikuti, antara lain:
- Contoh Nota Penjualan untuk Rumah Makan

- Nota Penjualan untuk Warung Sate

- Contoh Nota Penjualan di Cafe

Contoh Nota Penjualan Bisnis Sembako

Contoh Nota Penjualan Usaha Laundry

Baca Juga: Berbagai Contoh Desain Company Profile yang Menarik
Contoh Nota Penjualan Bisnis Bengkel Mobil dan Motor

Sumber: Lazada
Itulah informasi seputar contoh nota penjualan beserta fungsi, komponen dan cara membuatnya secara lengkap. Tentunya, nota penjualan sangat bermanfaat bagi pemilik bisnis karena dapat memudahkan pembukuan, menghindari kesalahpahaman dan bukti transaksi yang sah. Adanya struk pembayaran juga akan membuat usaha Anda terlihat lebih profesional dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Bahkan, struk ini pun bermanfaat bagi konsumen, terutama jika mereka ingin mengajukan pengembalian atau penukaran bila ada barang yang rusak atau tidak sesuai.